Pelajaran Nahwu 1 : Latihan I’rob
A. Contoh i’rob dalam jumlah ismiyah (الْجُمْلَةُ الْإِسْمِيَّةُ) :
- الرَّجُلُ صَالِحٌ (ar rojulu shoolihun) = Laki-laki itu seorang yang sholeh.
Cara mengi’robnya sebagai berikut :
1. الرَّجُلُ (ar rojulu) = Mubtada’, harus rofa’ dan tanda rofa’nya dengan dhommah.
2. صَالِحٌ (shoolihun) = Khobar mubtada’, harus rofa’ dan tanda rofa’nya dengan dhommah.
- الرَّجُلُ صَالِحٌ (ar rojulu shoolihun) = Laki-laki itu seorang yang sholeh.
Cara mengi’robnya sebagai berikut :
1. الرَّجُلُ (ar rojulu) = Mubtada’, harus rofa’ dan tanda rofa’nya dengan dhommah.
2. صَالِحٌ (shoolihun) = Khobar mubtada’, harus rofa’ dan tanda rofa’nya dengan dhommah.
B. Contoh i’rob dalam jumlah fi’liyah (الْجُمْلَةُ الْفِعْلِيَّةُ) :
- قَرَأَ الْمُسْلِمُ الْقُرْآنَ (qoro-a al muslimu al qur-aana) = Seorang muslim membaca Al Qur’an.
Cara mengi’robnya sebagai berikut :
1. قَرَأَ (qoro-a) = Fi’il madhi, mabni fathah.
2. الْمُسْلِمُ (al muslimu) = Fa’il, harus rofa’ dan tanda rofa’nya dengan dhommah.
3. الْقُرْآنَ(al qur-aana) = Maf’ul bih, harus rofa’ dan tanda nashobnya dengan fathah.
- قَرَأَ الْمُسْلِمُ الْقُرْآنَ (qoro-a al muslimu al qur-aana) = Seorang muslim membaca Al Qur’an.
Cara mengi’robnya sebagai berikut :
1. قَرَأَ (qoro-a) = Fi’il madhi, mabni fathah.
2. الْمُسْلِمُ (al muslimu) = Fa’il, harus rofa’ dan tanda rofa’nya dengan dhommah.
3. الْقُرْآنَ(al qur-aana) = Maf’ul bih, harus rofa’ dan tanda nashobnya dengan fathah.
Keterangan istilah-istilah :
- Jumlah Ismiyah (الْجُمْلَةُ الْإِسْمِيَّةُ) = jumlah (kalimat) yang diawali dengan isim.
- Jumlah Fi’liyah (الْجُمْلَةُ الْفِعْلِيَّةُ) = jumlah (kalimat) yang diawali dengan fi’il.
- Mubtada’ (الْمُبْتَدَأَ) = isim yang diterangkan (subjek).
- Khobar (الْخَبَرُ) = isim yang menerangkan (predikat).
- Fa’il (الْفَاعِلُ) = Subjek (pelaku).
- Maf’ul bih (الْمَفْعُوْلُ بِهِ) = Objek penderita.
- Jumlah Ismiyah (الْجُمْلَةُ الْإِسْمِيَّةُ) = jumlah (kalimat) yang diawali dengan isim.
- Jumlah Fi’liyah (الْجُمْلَةُ الْفِعْلِيَّةُ) = jumlah (kalimat) yang diawali dengan fi’il.
- Mubtada’ (الْمُبْتَدَأَ) = isim yang diterangkan (subjek).
- Khobar (الْخَبَرُ) = isim yang menerangkan (predikat).
- Fa’il (الْفَاعِلُ) = Subjek (pelaku).
- Maf’ul bih (الْمَفْعُوْلُ بِهِ) = Objek penderita.
Latihan-Latihan :
Buatlah kalimat-kalimat berikut ke dalam bahasa arab kemudian i’roblah masing-masing kata dalam kalimat tersebut seperti contoh di atas :
1. Alloh Maha pengampun.
2. Ilmu itu adalah cahaya.
3. Fatimah sedang membuat makanan di restoran.
4. Zayd sedang bermain sepakbola di lapangan.
5. Karyawan itu sedang memukul lonceng di sekolah.
Buatlah kalimat-kalimat berikut ke dalam bahasa arab kemudian i’roblah masing-masing kata dalam kalimat tersebut seperti contoh di atas :
1. Alloh Maha pengampun.
2. Ilmu itu adalah cahaya.
3. Fatimah sedang membuat makanan di restoran.
4. Zayd sedang bermain sepakbola di lapangan.
5. Karyawan itu sedang memukul lonceng di sekolah.
Kamus Mini :
- Maha pengampun = غَفُوْرٌ (ghofuurun).
- Cahaya = نُوْرٌ (nuurun).
- Sedang membuat (seorang perempuan) = تَصْنَعُ (tashna’u).
- Makanan = الطَّعَامُ (ath tho’aamu).
- Restoran = الْمَطْعَمُ (al math’amu).
- Sedang bermain (seorang laki-laki) = يَلْعَبُ (yal’abu).
- Sepakbola = كُرَّةُ الْقَدَمِ (kurrotul qodami).
- Lapangan = الْمَلْعَبُ (al mal’abu).
- Karyawan = الْمُوَظَّفُ (al muwazhzhofu).
- Sedang memukul (seorang laki-laki) = يَضْرِبُ (yadhribu).
- Lonceng = الْجَرَسُ (al jarosu).
- Sekolah = الْمَدْرَسَةُ (al madrosatu).
- Maha pengampun = غَفُوْرٌ (ghofuurun).
- Cahaya = نُوْرٌ (nuurun).
- Sedang membuat (seorang perempuan) = تَصْنَعُ (tashna’u).
- Makanan = الطَّعَامُ (ath tho’aamu).
- Restoran = الْمَطْعَمُ (al math’amu).
- Sedang bermain (seorang laki-laki) = يَلْعَبُ (yal’abu).
- Sepakbola = كُرَّةُ الْقَدَمِ (kurrotul qodami).
- Lapangan = الْمَلْعَبُ (al mal’abu).
- Karyawan = الْمُوَظَّفُ (al muwazhzhofu).
- Sedang memukul (seorang laki-laki) = يَضْرِبُ (yadhribu).
- Lonceng = الْجَرَسُ (al jarosu).
- Sekolah = الْمَدْرَسَةُ (al madrosatu).

ไม่มีความคิดเห็น:
แสดงความคิดเห็น